Dapatkan Legalitas Usaha Dengan Mendaftar Dan Cara Cek UMKM

Cara Cek UMKM sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, UMKM atau Kecil dan Menengah merupakan kelompok usaha yang jumlahnya cukup besar, namun adanya pandemi Covid-19 ini memberi pukulan pada sektor UMKM, pemerintah berusaha membantu UMKM untuk bertahan menghadapi dampak pandemi lewat , para pelaku UMKM juga bisa mengetahui cara dengan mudah.

Sekilas Tentang UMKM

Mungkin ada sebagian dari Anda yang masih belum paham akan aktivitas UMKM, Usaha Mikro Kecil dan Menengah ini merupakan sebuah yang dijalankan oleh individu; rumah tangga ataupun badan usaha skala kecil, penggolongan UMKM biasanya dilakukan melalui batasan omzet tiap tahun, tidak hanya penggolongan cek umkm juga didasarkan pada aset atau jumlah kekayaan hingga jumlah dari karyawannya.

Apakah usaha skala besar juga bisa dikategorikan sebagai bagian dari UMKM? Usaha yang dilakukan badan usaha dengan hasil penjualan per tahun lebih besar dari usaha menengah tidak termasuk dalam UMKM, usaha skala besar seperti yang dimaksud adalah usaha nasional milik negara; usaha nasional milik swasta hingga usaha asing yang melakukan aktivitas ekonomi di wilayah Indonesia.

Mengapa UMKM memiliki peranan cukup besar dalam perekonomian di Indonesia? Karena sektor UMKM turut serta menjadi salah satu menyumbang terbesar Produk Domestik Bruto atau PDB, selain itu sektor UMKM juga berperan dalam membuka lapangan kerja dan tahan akan adanya krisis keuangan, tidak heran jika sektor UMKM dikatakan sebagai penyelamat negara di saat negara dalam kondisi yang buruk.

Karakteristik UMKM

Dalam setiap usaha tentunya ada karakteristik atau sifat pada aktivitas yang dijalankan tersebut, seperti yang ada pada juga memiliki karakteristik sebagai pembeda antar pelaku usaha, lantas apa saja yang menjadi karakteristik dari UMKM?

Baca Juga:  Cara Daftar Umkm Online Bisa Lewat Smartphone

UMKM dibedakan menjadi 3 jenis yaitu usaha mikro; usaha kecil dan usaha menengah, usaha mikro umumnya memiliki jumlah karyawan sebanyak 10 orang, usaha kecil memiliki jumlah karyawan lebih banyak lagi yaitu 30 orang dan usaha menengah jumlah karyawannya hingga 300 orang.

Selain itu berdasarkan perkembangan UMKM diklasifikasikan menjadi 4 diantaranya sektor informal; micro enterprise; usaha kecil dinamis dan fast moving enterprise, untuk UMKM sektor informal merupakan kesempatan bekerja demi mencari nafkah seperti contohnya pedagang kaki lima, kriteria kedua yang dimaksud dengan micro enterprise adalah mereka yang memiliki kemampuan pengrajin tapi tidak memiliki jiwa kewirausahaan, kriteria ketiga yaitu usaha kecil dinamis yang sudah memiliki jiwa wirausaha serta mampu menjalin kerjasama pekerjaan subkontrak dan ekspor, dan yang terakhir adalah fast moving enterprise yang sudah memiliki sifat wirausaha dan siap bertransformasi menjadi usaha besar.

Yang cukup menjadi pembeda antara UMKM dan usaha besar adalah hasil aset atau omset yang diperoleh, usaha mikro umumnya memiliki omset paling banyak dalam setahun maksimal 300 juta , berbeda dengan omset usaha kecil yang mencapai 300 juta hingga 2 miliar, untuk usaha menengah besaran omset tentunya semakin besar yaitu lebih dari 2 miliar hingga 50 miliar, dan besaran omset usaha besar lebih dari 50 miliar.

Dari masing-masing kriteria tersebut khususnya dalam hal pengelolaan keuangan tentunya juga berbeda, seperti pengelolaan usaha mikro yang belum baik karena biasanya masih tercampur dengan keuangan pribadi, begitu juga dengan umkm usaha menengah yang pasti pengelolaan keuangan sudah terpisah bahkan sudah memiliki legalitas.

Dan

Apakah Anda berencana mendaftar UMKM agar bisa memiliki legalitas usaha? Cara daftar dan cara cek umkm juga tidak sulit, sebelum mendaftar sebaiknya Anda menyiapkan beberapa dokumen persyaratan seperti melampirkan surat keterangan usaha, atau bagi Anda yang mungkin sudah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) maka harus memiliki izin usaha, pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat atau lisensi serta memenuhi standar biasanya sudah mendapatkan Izin Operasional.

Baca Juga:  Mudah! Cara Daftar UMKM Secara Online

Jika sudah memenuhi kriteria usaha jangan lupa untuk menyiapkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK, bagaimana dengan pendaftar bukan perorangan? Bagi pelaku usaha bukan perorangan yang ingin mendaftar UMKM perlu menyiapkan Nomor Akta Pengesahan; Nomor Pendaftaran atau Akta Pendirian.

Untuk proses pendaftaran UMKM bisa dilakukan secara online melalui BKPM atau Badan Koordinasi Penanaman Modal, pastikan Anda membuat akun terlebih dahulu di situs https://oss.go.id baru kemudian setelah berhasil membuat akun Anda bisa login dan memilih jenis UMK atau usaha non-UMK, setelah itu klik Perizinan Berusaha lalu pilih Perseorangan, bagi Anda yang berencana daftar umkm online mikro bisa memilih menu Pendaftaran Nomor Induk Berusaha Perseorangan Mikro, sedangkan bagi Anda yang berencana mendaftar usaha kecil maka bisa memilih Pendaftaran Nomor Induk Berusaha Perseorangan Kecil.

Agar mendapatkan akses ke sistem OSS Anda perlu menyelesaikan registrasi cara daftar UMKM tersebut, setelah itu isi kode captcha lalu klik submit, cek email Anda apakah ada email notifikasi verifikasi dari OSS, bila mendapatkan email maka segera klik tombol aktivasi, nantinya Anda akan mendapatkan kembali email berisi username dan password yang bisa digunakan untuk mengakses ke sistem OSS.

Perbedaan cara pendaftaran UMKM antara UMK dan non-UMK hanya terletak pada kelengkapan data-data, data-data yang perlu dilengkapi untuk perizinan usaha UMK diantaranya seperti daftar produk atau jasa; daftar kegiatan usaha; data usaha serta dokumen persetujuan lingkungan, sedangkan untuk perizinan non-UMK perlu melengkapi data-data seperti data produk atau jasa bidang usaha; jenis serta data detail bidang usaha.

Mengapa perlu mendaftar UMKM? Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah mendaftar UMKM salah satunya adalah mendapatkan bantuan umkm dari pemerintah, terdapat syarat yang perlu dipenuhi agar Anda mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro atau biasa disebut Bantuan Langsung Tunai, salah satu syaratnya yaitu memiliki SKU atau Surat Keterangan Usaha.

Baca Juga:  Mudah! Cara Daftar UMKM Secara Online

Berapa besaran bantuan yang bisa didapatkan para pelaku usaha mikro dan kecil? Apabila Anda sudah berhasil mendaftar UMKM online bisa berkesempatan mendapatkan bantuan total sebesar Rp 2,4 juta.

Biasanya pemberian bantuan akan dilakukan secara bertahap sebanyak empat kali dengan nominal Rp 600000 tiap bulannya, jadi Anda tidak akan menerima BLT dengan total jumlah nominal seperti yang telah disebutkan, berbeda dengan dana bantuan tahun sebelumnya yang disalurkan ke rekening bank BRI, kali ini bantuan bisa dicek melalui link prakerja, jadi para pelaku usaha bisa melakukan pendaftaran program pra kerja untuk menikmati BLT sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Itulah beberapa informasi mengenai UMKM termasuk cara mendaftar UMKM online di situs OSS, banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan setelah melakukan pendaftaran, selain mendapatkan perlindungan hukum Anda juga berkesempatan mendapatkan pendampingan pengembangan usaha, bahkan Anda akan mendapatkan kemudahan akses pembiayaan, dengan cara cek UMKM maka kredibilitas bisnis juga turut meningkat.

Artikel Terkait